Hepatitis C adalah infeksi yang terutama menyerang organ hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C seringkali tidak memberikan gejala, namun infeksi kronis
dapat menyebabkan parut (eskar) pada hati, dan setelah menahun
menyebabkan sirosis. Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami sirosis
juga mengalami gagal hati, kanker hati, atau pembuluh yang sangat
membengkak di esofagus dan lambung, yang dapat mengakibatkan perdarahan
hingga kematian.Seseorang terutama terkena hepatitis C melalui kontak darah, penggunaan
narkoba suntik, peralatan medis yang tidak steril, dan transfusi darah.
Sekira 130–170 juta orang di dunia menderita hepatitis C. Para ilmuwan
mulai meneliti HCV pada tahun 1970-an, dan memastikan keberadaan virus
tersebut pada tahun 1989.Virus ini tidak diketahui menyebabkan penyakit pada hewan lain.
Cara Penularan Hepatitis C
Virus hepatitis C
berkembang dalam darah. Karena itu, kita akan tertular hepatitis C jika
mengalami kontak dengan darah penderita.
Cara penularan hepatitis
C yang paling umum terjadi adalah melalui jarum suntik, misalnya
pengguna obat-obatan terlarang yang berbagi jarum suntik atau menjalani
proses pembuatan tato di tempat yang tidak memiliki peralatan steril. Di
samping itu, saling meminjamkan barang pribadi seperti gunting kuku dan
sikat gigi serta hubungan seks bebas juga dapat mempertinggi risiko
seseorang untuk tertular penyakit ini.
Virus hepatitis C tidak
akan menular melalui air susu ibu, makanan, minuman, atau bersentuhan
seperti bersalaman atau berpelukan.
Gejala dan Tanda
Hepatitis C menunjukkan gejala akut hanya pada 15% kasus.
Gejalanya seringkali ringan dan tidak kentara, termasuk penurunan nafsu
makan, sakit kepala, letih, nyeri otot atau nyeri sendi, dan menurunnya
berat badan. Hanya sedikit kasus infeksi akut yang terkait dengan ikterus.Infeksi ini dapat sembuh sendiri tanpa diobati pada 10-50% penderita,
dan lebih sering menyerang perempuan usia muda dibandingkan dengan
kelompok lain.
Infeksi kronis
Delapan puluh persen penderita yang terpajan virus hepatitis C akan mengalami infeksi kronis.
Sebagian besar pengalaman menunjukkan gejala minimal atau bahkan tidak
menunjukkan gejala sama sekali selama sepuluh tahun pertama infeksi, meskipun hepatitis C kronis dapat ditandai dengan kelelahan. Hepatitis C menyebabkan sirosis dan kanker hati pada orang yang telah terinfeksi selama bertahun-tahun.Sekitar 10–30% orang yang terinfeksi selama lebih dari 30 tahun akan mengalami sirosis. Sirosis lebih banyak terjadi pada orang yang juga terinfeksi hepatitis B atau HIV, pecandu alkohol, dan pada laki-laki. Orang yang mulai terkena sirosis memiliki risiko dua puluh kali lebih besar terkena kanker hati, sebanyak 1-3% per tahun. Pada pecandu alkohol, risiko ini menjadi 100 kali lebih besar. Hepatitis C merupakan penyebab utama pada 27% kasus sirosis dan 25% kasus kanker hati.
Sirosis hati dapat menyebabkan tekanan darah yang tinggi pada vena
yang mengalir ke hati, akumulasi cairan di perut, mudah memar atau
berdarah, vena melebar, khususnya di lambung dan esofagus, sakit kuning
(kulit menguning), dan kerusakan otak.
Efek pada organ di luar hati
Meskipun jarang, hepatitis C juga dapat berkaitan dengan Sindrom
Sjögren (kelainan autoimun), kadar trombosit darah yang rendah (di bawah
normal), penyakit kulit kronis, diabetes, dan limfoma non-Hodgkin.
Langkah Pencegahan Hepatitis C
Hepatitis C
belum bisa dicegah dengan vaksinasi. Tetapi ada beberapa cara yang dapat
kita ambil untuk menurunkan risiko penularan, misalnya berhenti atau
tidak menggunakan obat-obatan terlarang dan menghindari berbagi
penggunaan barang-barang pribadi yang berpotensi terkontaminasi darah
seperti gunting kuku dan sikat gigi.
Meski penyakit ini jarang
menular melalui hubungan seks, penggunaan alat pengaman seperti kondom
dalam hubungan seks tetap dapat menghindarkan Anda dari hepatitis C.
Terutama jika terjadi kontak dengan darah, misalnya seks anal atau darah menstruasi.
Penderita
hepatitis C juga lebih berisiko untuk terkena hepatitis jenis lain.
Dokter umumnya menganjurkan vaksinasi untuk mencegah hepatitis A dan B.
Jenis vaksin lain yang terkadang juga disarankan adalah vaksin flu dan infeksi pneumokokus.
Dengan jelly gamat Gold G obat herbal hepatitis yang aman tidak mengandung zat kimia 100% jelly gamat
Kandungan yang terdapat dalam Gold G
Protein 86,8%
· Kolagen 80,0%
· Mineral
· Mukopolisakarida
· Glucasaminoglycans (GAGs)
· Antiseptik alamiah
· Glucosamine dan Chondroitin
· Saponin
· Omega-3, 6, dan 9
· Asam Amino
· Lektin
· Vitamin dan Mineral
Jelly gamat Gold G adalah salah satu obat herbal hepatitis yang aman bagi tubuh, baik untuk pengobatan dan pencegahan .
Pesan dari sekarang,lebih baik mencegah dari pada mengobati. Berikut cara pemesanannya :
Cara Pemesanan Lewat SMS
FAU:NAMA:JUMLAH PESAN:ALAMAT:NO.TELP/HP
KIRIM KE 081.389.331.282
Contoh pemesanan 6 botol,
FAU:Bambang Sujarwandi: 6 Botol: Jl. Kehakiman 18 Kota Tasikmalaya: 085224533xxx
*Wajib Mencantumkan Kode Produk “FAU” dalam sms pemesanan, atau tidak kami layani
* Pesanan bisa dikirim ke seluruh Indonesia
* Customer Service kami 0265 - 7294303
* Customer Service kami 0265 - 7294303
Barang Sampai Kerumah Anda Baru Transfer Pembayaran
*ketentuan 3botol kebawah / sesuai kesepakatan
Belum ada tanggapan untuk "Hepatitis C . Cara penularan, Gejala , Langkah pencegahan"
Posting Komentar